Tag Archives: Manado

Motor Lewat Lajur Kiri = Cari Celaka

Sudah beberapa bulan terakhir DLLAJ dan aparat Satlantas gencar sosialisasi “Motor Wajib Lewat Lajur Kiri” tapi sepertinya belum efektif Pak.. Para biker masih tetap pake jalur alternatif (tusuk kiri tusuk kanan) seperti sedia kala. Sepertinya bukan cuma di Manado saja, tapi didaerah lain, bahkan di Jakarta. Soalnya banyak blogger yang udah posting artikel serupa. Nah ini versi Manadonya.

Muat penumpang kok ditengah jalan Om..

Lewat kiri mobil pribadi sih mendingan, sopirnya rata-rata waspada kiri-kanan. Tapi lewat kiri angkot, ogaaaaaaaahhhh… Demi seorang calon penumpang yang belum tentu mau numpang, abang-abang kusir angkot di Manado rela banting kiri tiba-tiba, kendati resikonya nyerempet para biker TAAT LAJUR yang PASANG LAMPU UTAMA. Dulu ane pernah celaka gara-gara sopir yang mau nurunin penumpang menghajar motor ane dari sebelah kanan.. Udah taat hukum masih cilaka lageee… Tapi gak semua sopir angkot begitu. Hanya sebagian kecil aja yang aware dengan kondisi disebelah kiri mobilnya. Kalo yang ini ane salut..

Ngotot mau tegakkan tuh peraturan? Selain membatasi penjualan angkot di kota ini, pak Polantas kudu benahin dulu tuh sopir-sopir angkot yang “sebagian besar” itu. Soalnya banyak diantara mereka yang hanya jadi sopir pengganti yang belum tentu punya SIM (ane pernah ketemu sopir angkot yang gak punya SIM). Yah, ane berharap dalam waktu singkat kondisi Lalulintas Manado makin baik. Soalnya Manado udah jadi Kota Pariwisata Dunia. Masak Lalulintasnya makin semrawut? I Wish…

Advertisements

Harga Minyak Dunia Naik, Sepeda Motor Alternatifnya

Ini kasus kayaknya gak pernah berhenti. Korek apinya pasti kisruh di negara-negara Arab lagi. Dikutip Kompas Otomotif, harga minyak mentah naik jadi USD 117 per barrel, padahal anggaran pemerintah cuma USD 80 per barrel. Seminggu yang lalu sekitar beberapa hari terlihat antrian panjang di semua SPBU di Kota Manado yang kucintai.. halah… Ini mengindikasikan pemerintah agak uring-uringan menangani hal ini.

Ada isu bahwa Premium akan dinaikkan 500 perak menjadi Rp 5,000.- yah, ini sih oke bagi pengguna motor. Bagi yang tiap hari bawa mobil? Siap-siaplah beli motor, karena kuda besi ini mutlak lebih irit, praktis, anti macet, full AC (baca: Angin Cyiiiinn…), dan kendaraan paling romantis bagi sua sejoli. Ya. CS1 ane yang terkenal boros aja mampu 45 km/liter kok, bandingkan sama mobil Xenia Li yang terkenal irit cuma mentok 15 km/liter, tapi larinya gak lebih dari 100 km/jam. Up to you bro..

Rambu “Konyol” di Ringroad 1 Manado

Iklan produk apaan tuh “60km”… Obat jerawat ya?

Gambar ini ane ambil waktu pulang kantor. Yang bikin ane heran bin bengong adalah keberadaan rambu yang menunjukkan batas kecepatan maksimum 60kpj!!! What?? R U Kidding? Masak di ringroad yang mulus, lurus dan udah kayak jalan tol gini dipasangin rambu beginian sih? Apa biar jalanannya punya banyak aksesoris ya? Sebagai catatan, gak ada orang yang mau berkendara dibawah 60 kpj, termasuk ane sendiri (kecuali orang jalan kaki, hehehe…). Brimob aja ogah matuhin rambu ini. Buktinya? Beberapa hari lalu waktu ane berangkat ke kantor, tiba-tiba motor ane disalip Ikat Pinggang Putih pake Kawak Ninja. Waktu itu kecepatan di speedometer ane menunjukkan angka 85 kpj. Kira-kira berapa ya kecepatan si Ninja?

Kayaknya rambu lebay ini udah nggak relevan deh.. Mending dicabut aja, trus pindahin ke jalan yang membutuhkan. Daripada mubazir kan?.. GBU