CBR250R Kalah Ditangan Ninja 250R. Kenapa Gak Coba VTR 250?

Sepertinya cuma 2-3 bulan sejak mbrojol, CBR 250R mampu mengalahkan Ninja 250R dalam soal penjualan (walaupun gak sama genre). Bulan-bulan berikutnya? Keok… Sensasi CBR 250R hanya ‘panas-panas tahi ayam’ karena faktor ‘motor baru’, teknologi dan brand image Honda.

Perhatian konsumen terhadap motor sport 250cc bersilinder stereo memang gak bisa ditandingi silinder tunggal karena sensasinya itu lho.. Dimana lagi para biker entry level bisa ngerasain bawa motor harian beraroma ‘moge’ kalo bukan di Ninja 250R. Ini Indonesia mas.. Soal ekonomis dan teknologi urusan belakangan, yang penting tuh motor kencang kalo diajak ngebut.

Menurut ane nih, AHM bisa pertimbangkan buat masukin VTR 250 di line-up produksinya. Atawa setidaknya adopsi mesinnya trus dipasang di motor berfairing. Mengingat konfigurasinya V-twin, nih motor layak disepadankan dengan Ninja 250R (dan Hyosung GT 250R), walaupun VTR 250 lebih torquey (bore x stroke VTR: 60.0 x 44.1 mm, sedangkan Ninja: 62.0 x 41.2 mm). Ayolah AHM..

Sumber Gambar: MCN

Advertisements

Motor Custom Tercepat Didunia

Asik surfing internet, eh.. ketemu nih artikel satu ini dan ane pikir bagus untuk dibagi. Adalah Suzuki Hayabusa yang dicustom habis-habisan milik Wild Brothers Racing yang mencatat rekor 311.94 mph atau sekitar 500 kph. Rekor ini mengalahkan mobil standar tercepat didunia Bugatti Veyron yang sama-sama memuntahkan power 1000 bhp, tapi top speednya cuma 253 mph atau sekitar 407 kph.

Dikendarai Bill Warner (yang juga pencatat rekor sebelumnya dengan kecepatan 278.6 mph atau sekitar 446 kph) di bekas landasan terbang Loring Airforce base Limestone-Maine USA, nih motor yang sekilas mirip motor box penjual rokok mencatat top speed yang mengerikan tersebut.

Spesifikasi lengkapnya :

ENGINE

  • Type: Liquid-cooled inline-4
  • Bore x Stroke: 81mm x 63mm
  • Displacement: 1299cc
  • Compression: 9.0:1
  • Redline: 13,000 rpm
  • Cylinder head: stock
  • Valve train: DOHC, 16v
  • Cylinder head modifications: Ward Performance
  • Combustion chamber high temp coated: Swain Tech
  • Cams: Web Cam, with APE roller chain conversion
  • Valves: APE, high-temp coated by Swain tech
  • Cam chain tensioner: Brock’s Performance
  • Cylinder: Billet, Dart machine
  • Cylinder bore coatings: Millennium
  • Pistons: MTC
  • Rings: MTC
  • Pins: MTC
  • Circlips: MTC
  • Piston coatings: Swain Tech
  • Crankshaft: Billet, Marine Crankshaft
  • Connecting rods: Crower
  • Main bearings: Stock
  • Big end bearings: Stock
  • Crankcase: Stock
  • Crankcase modifications: Harry’s Machine
  • Oil pan baffle: Brock’s Performance
  • Transmission: 6-speed constant-mesh
  • Transmission modifications: R&D
  • Transmission bearings: Worldwide Bearings
  • Transmission coatings: Power-Coat
  • Shift shafts: Brock’s Performance
  • Clutch: MTC
  • Clutch type: Wet, multi-stage lockup
  • Induction: Turbocharging
  • Turbo system: RCC Turbos
  • Turbocharger: Garrett
  • Heat exchanger: RCC Turbos
  • Ignition: M&W CDI
  • Spark plugs: NGK
  • ECU: MoTeC
  • Fuel injectors: (8) 2200cc Injector Dynamics
  • Fuel pump: Weldon
  • Fuel: VP M1 Methanol
  • Sensors: EGT, Zip Sensors
  • Data acquisition: AiM Sports
  • Boost controller: NLR
  • Exhaust: RCC Turbos
  • Plumbing: XRP
  • Gaskets: Cometic
  • Seals: Stock
  • Oil: Alisyn
  • Oil Filter: K&P Engineering
  • Fasteners: Heads Up Performance, ARP
  • Starter pin set: Brock’s Performance
  • Battery: Full Spectrum Power

SPECIFICATIONS, PARTS AND SUPPLIERS

  • Wild Brothers Racing 1299cc, turbocharged, Generation 1, Suzuki GSX1300R Hayabusa
  • Engine Assembly: Motors by Knecum Performance
  • Top Speed: 311.945 mph (501Kph)
  • Estimated Worth: $160,000
  • Power: Rated for 1000 hp
  • Torque: About 490 lbs.-ft.

CHASSIS

  • Frame modifications: McIntosh, raked +5 degrees
  • Subframe: Weimer Welding
  • Swingarm: McIntosh, 2-5 in. over stock
  • Wheelbase: 65 in.
  • Drive chain: Brock’s Performance/EK
  • Chain lubricant: Alisyn
  • Sprockets: Vortex
  • Front wheel: BST ILR carbon fiber, 3.5 in. x 17 in.
  • Rear wheel: BST ILR carbon fiber, 8.5 in. x 18 in.
  • Wheel bearings: Worldwide Bearings
  • Front tire: Continental 120/70×17 Race Attack
  • Rear tire: Continental 240/40×18 Race Attack Custom
  • Brake master cylinder: R1
  • Brake calipers: Stock
  • Brake lines: Spiegler
  • Brake pads: Spiegler/Carbone Lorraine
  • Brake rotors: Spiegler/ABM
  • Brake fluid: Valvoline Dot 4
  • Front suspension: Stock 2008 Hayabusa, Öhlins springs
  • Steering damper: Öhlins
  • Rear suspension links: Brock’s Performance
  • Rear shock: Öhlins TTX
  • Bodywork: Custom by Bill Warner
  • Fuel tank: Custom, Weimer Welding
  • Fuel capacity: 3 gallons
  • Paintwork: Bill Warner
  • Seat height: 25 in.
  • Weight: 586 lbs.

Sumber: Brock’sPerformance

MotoGP: Apa Jadinya Jika Lorenzo Gabung Di Repsol Honda??

Persaingan di papan klasemen MotoGP setelah gelaran ke-10 Laguna Seca bisa dibilang ketat. Stoner cuma unggul 20 poin dari pesaing terdekatnya Lorenzo. Dalam setiap balapan, pasti salah satu dari mereka naik podium. Gak naik podium cuma saat ketiban sial.

gambar dari kompas

Tercatat team pabrikan Yamaha dan Honda yang konsisten menang. Yamaha memang motor yang stabil ditikungan, tapi masih kalah cepat dibanding Honda. Mereka bisa menang gara-gara mental juara Lorenzo (dunia kadang-kadang bisa adil juga). Tapi, gimana kalo Lorenzo gabung dengan Honda? Mimpi kali yee.. Seandainya demikian, menurut ane nih:

1. Yamaha yang notabene kekurangan sponsor bakalan makin keok, dimana mereka tidak punya ujung tombak selain Jorge.

2. Semua sponsor Yamaha bakalan pindah ke Honda dan makin memperkaya tim konglomerat itu.

3. Honda bakalan jadi motor superior dengan peringkat satu-dua-tiga klasemen akhir (percaya deh..) dan dipastikan balapan MotoGP jadi OMR Honda yang membosankan.

4. Akan ada peraturan baru yang menjegal Honda.

5. Penjualan motor Yamaha (di Indonesia) turun drastis.. hicks… (becanda doang)

Honda Luncurkan Blade Baru

Rabu kemarin PT. AHM merilis Blade facelift dengan tampilan lebih segar. Desain double headlamp (sekilas mirip Jupiter Z), lampu sein runcing, dengan sayap yang agak lebar kayak ayam jago siap tempur. Selain lampu belakang futuristik dan aerodinamis, varian ini juga hadir dengan rem cakram belakang yang menambah kesan sporty. Sayang sokbreker belakang masih stereo.

Gambar dari dapurpacu. Pelototin aja tuh motor, jangan yang lain..

Sektor mesin masih mengandalkan ruang bakar 110 cc dengan tambahan teknologi anyar yaitu HVIC (Honda Variable Ignition Control Technology) yaitu sistem yang bertugas menyempurnakan proses pengapian. Diklaim mesin ini mampu menyemburkan tenaga 8.4 PS pada 7,500 rpm dan torsi 8.14 pada 5,500 rpm.

Tersedia 5 macam warna : Victory Red, Accelera Green, Superior Black, Dominate Black dan edisi khusus Repsol. Untuk motor dengan empat warna pertama, dijual 14 jeti OTR Jakarta, sedangkan versi Repsol kudu nambah 200 rebu.

Aprilia RS4 125. Motor Cilik Dengan Fitur Moge

Nih motor bikin ngiler saat pandangan pertama. Dengan tampilan persis big brothernya-RSV4 1000 cc. Desain full fairing, frame deltabox, monosok dengan swing arm model pisang dipadu ban 130/70-17 dibelakang dan fork upside down dengan ban 110/80-17 didepan, naik nih motor serasa menunggangi kudanya Max Biaggi itu.

Berbekal mesin 125 cc DOHC dengan sistem injeksi yang sekarang ini jadi trend bagi motor-motor kecil mampu memuntahkan power 16 hp (mirip Satria FU). Itu standar lho, bayangin kalo dioprek dikit. Lebih hebat lagi, pake Quick Shifter. Tapi fitur balap yang satu ini bakalan gak ada gunanya di jalan-jalan di Indonesia yang keseringan macet.

Bayangin nih motor nongol di Tanah Air. Asik gak? Tapi bayangin juga berapa harganya..

 

MotoGP: Stoner Ngotot dan Menang, Lorenzo Menyerah dan Runner Up

MotoGP tadi subuh menyajikan ketegangan dari awal balapan sampe finish. Dengan cuaca yang lumayan cerah, Casey Stoner akhirnya menang setelah fight habis-habisan melawan Jorge Lorenzo. Balas dendam? Ya. Minggu kemarin kecolongan 4 point, sekarang Stoner merampas 5 point dari Lorenzo.

Siapa bilang Stoner bukan Fighter?

Merangkak dari posisi 3, Dani Pedrosa yang tadinya ngotot dibelakang Lorenzo dilibas, dan akhirnya sang Juara Dunia tahun lalu pun disalip di 6 lap terakhir. Mungkin gara-gara jatuh di FP kemarin kali ya.. Tau ah, gelap..

Kalah gara-gara terluka?

Setelah 32 lap, konvoi balapan pun berakhir dengan urutan: Stoner – Lorenzo – Pedrosa – Spies – Dovizioso – Rossi – Hayden – Edwards – Barbera – Aoyama – Abraham – Capirossi – Elias. Ya.. Rossi dan Hayden yang motornya masih ‘sakit’ konsisten di 6-7 besar, dibawah 3 Honda dan 2 Yamaha. Dan Simoncelli???? As usual, Sliding. Untung gak ada korban…

Casey Stoner Raja MotoGP SilverStoner 2011

MotoGP yang digelar di sirkuit Silverstone kemarin kembali mencatat drama. Dua Repsol Honda menang satu-dua, sedangkan dua rider unggulan Yamaha Jorge Lorenzo dan Ben Spies tumbang, dan…!!! takhta pimpinan klasemen jatuh ke tangan Casey Stoner si Rain Master yang musim lalu cuma finish ke-lima di sirkuit hujan ini.

Jorge Lorenzo yang sejak start memimpin lomba tercecer dan akhirnya jatuh dilap 13, sementara Valentino Rossi yang sadar dengan kemampuan motor yang masih dalam proses pengembangan akhirnya memilih bermain aman sambil menunggu duren jatuh (duren = pembalap didepannya), dan akhirnya doi finish ke-6. Marco Simoncelli? Nih orang masih belum berpengalaman. Late braking di belakang Dovi, ban basahnya kehilangan traksi dan akhirnya sliding. Untung gak merugikan tetangga. Sabar nak.. Tahun ini belajar aja dulu sambil membangun chemistry antara emosi dan tunggangan. Tahun depan ente pasti bisa..

Nih hasil lengkapnya ane bajak dari motojipidotkom