Motor Jadul vs. Motor Masa Kini. Beda Kualitas..

Yeah.. Perekonomian akhir-akhir ini makin ruwet. Disatu sisi, banyak industri melakukan diet karyawan, bahkan ada yang gulung tikar gara-gara harga bahan baku meningkat sementara mereka tidak bisa menaikkan harga jual produknya. Disisi lain justru sebaliknya, Ada beberapa jenis industri yang makin gencar melakukan launching produk baru karena permintaan masyarakat makin lama makin membludak. Nah, Industri Otomotif Roda Dua termasuk jenis industri yang terakhir disebut.

Produk-produk sepeda motor makin meningkat, bahkan hampir tiap rumah pasti punya satu buah sepeda motor. Permintaan masyarakat (khususnya di Indonesia) terhadap jenis barang yan satu ini terbilang fantastis. Kebutuhan akan kendaraan pribadi sudah bergeser statusnya menjadi kebutuhan primer. Bagaimana tidak, masyarakat udah makin pintar. Hitung-hitung daripada ngeluarin uang untuk biaya transportasi yang makin meningkat, lebih baik uangnya buat cicilan motor.

Tapi ada hal sepele yang ane dapat dan mau ane bagikan disini yaitu soal kualitas material atau teknologi metalurgi sepeda motor. Bandingkan motor-motor sekarang dengan motor-motor lawas yang pernah kita temui. Pasti sobat setuju kalo ane bilang motor jadul adalah motor abadi. Makanya banyak kolektor bela-belain memburu barang uzur ini. Kalo motor jadul bisa bertahan sampe 40an tahun, bahkan lebih. Sasisnya pun kuat. Pake bonceng kerbau pun bisa kalo nekat. Motor modern paling tinggi 10 tahun sudah rematik bin keropos. Boro-boro 10 tahun, 2 tahun saja sudah ndak simetris. Kualitas metalnya memang tidak sebagus tempo doeloe.

Dulu yang punya motor itu adalah orang-orang tertentu yang “punya duit” karena harus dibeli cash. Lha, sekarang.. Motor dijual kayak permen. Cuman modal setengah jeti plus KTP dan KK udah bisa bawa pulang Itik baru. Pabrikan pun tau bahwa pola pikir dan daya beli masyarakat sekarang sudah jauh berbeda dari yang dulu. Setahun pake, kalo butuh duit dijual, kalo belum butuh bisa sampe dua tahun. Selebihnya pasti dijual lagi buat beli baru. Makanya demi menjaga eksistensi,  efisiensi perlu dilakukan, termasuk mengurangi kekuatan material rangka, sasis, bahkan blok mesin. Makanya kebanyakan varian-varian sepeda motor gak bertahan lama. Tiga empat tahun pasti diganti varian baru. Kalo gak , minimal ganti nama ato bodi doang (salut sama Tiger yang belum disuntik mati walaupun sudah beberapa kali operasi plastik).

Kesimpulannya kalo beli motor, rawat dan sayangilah motor anda. Jangan diajak ngangkut beban terlalu berat. Selain memperpanjang masa pakainya, juga mengurangi resiko kecelakaan. Juga merupakan kebanggaan tersendiri kalo udah bertahun-tahun dipake tapi tetap awet. Ya kan? Siapa tau setengah abad kemudian ada kolektor yang nawar harga berlipat ganda?

Silahkan dikomentari, semoga bermanfaat buat sobat…

2 responses to “Motor Jadul vs. Motor Masa Kini. Beda Kualitas..

  1. mantap gan postingan nya…

  2. betul Gan saya termasuk pencinta motor lawas . bentuknya abadi dan melegenda, alias gak cepet bosen….ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s