Salah Kaprah Seputar Lampu Hazard

Sebenarnya udah banyak media maupun blogger yang ngebahas topik ini, tapi kayaknya masih banyak pemakai jalan di manado dan sekitarnya (terutama pengguna mobil) yang belum sadar tentang hal yang satu ini, jadi terpaksa ane bahas.

Di daerah Manado tempat tinggal ane, lampu hazard bukan dipakai untuk tanda bahaya, bukan pula untuk tanda eksistensi diwaktu hujan, ketika lampu utama gak berfungsi, apalagi untuk menarik perhatian lawan jenis… (walah… ngaco). Tapi dipersimpangan jalan, dimana si pengendara mobil mau jalan lurus..!! Gila gak tuh.. Coba deh sobat jalan-jalan di kota Manado, terus perhatiin di tiap persimpangan jalan (terutama di perempatan), pasti sobat akan terkejut oleh fenomena ini.

Di Manado, lampu Hazard ini lebih dikenal sebagai “Lampu Perempatan”.

Dampak negatif hal ini adalah kesalah-pahaman para pengguna jalan, dimana dari arah kiri keliatan mobilnya mau belok kiri, sama halnya dari arah kanan. Ujung-ujungnya terjadi kemacetan untuk beberapa saat. Gemes deh.. UNTUNGNYA nih, ruas-ruas jalan di kota Manado gak sepadat Jakarta. Coba kalo kayak Jakarta.

Inilah salah kaprah-nya pengguna roda empat didaerah nyiur melambai ini.  Yang bikin ane herman eh.. heran, rata-rata orang Manado adalah orang sekolahan, gak ada yang cuman lulusan TK/Playgroup. Masak waktu beli mobil gak baca manualnya, trus kok bisa dapat SIM juga, kan lucu. Ane berharap fenomena ini segera hilang dari daerah ini, soale daerah ini dalam jangka relatif pendek bakalan jadi kota metropolitan kayak Jakarta.

I Wish..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s